Loading...

di Jakarta, Air Sungai Jadi Air Minum?

23-06-2026

Faza Aghnia Budiman

banner

Siapa sangka air dari Sungai Mookervart yang selama ini dikenal tercemar limbah rumah tangga dan industri bisa berubah menjadi air yang layak diminum? Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membuktikannya saat mengunjungi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mookervart di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Jumat (9/5).

Dalam kunjungan yang didampingi Direktur Utama Perumda PAM Jaya, Arief Nasrudin, Pramono tidak hanya meninjau proses pengolahan air dari dekat. Ia langsung mengambil segelas air hasil olahan IPA Mookervart dan meminumnya sampai habis.

"Saya minumnya memang satu gelas penuh. Sebelum minum jujur saya agak ragu-ragu. Tetapi tadi setelah saya minum airnya memang benar-benar bersih," ujar Pramono. Keberanian Pramono bukan tanpa alasan. Air yang ia teguk itu melewati proses pengolahan panjang sebelum sampai ke gelas, termasuk teknologi Reverse Osmosis (RO) yang mampu menyaring hampir semua kontaminan hingga air benar-benar aman dikonsumsi.

Dari Sungai Tercemar ke Keran Rumah Warga

Proses pengolahan di IPA Mookervart dimulai dengan pembangunan danau buatan yang berfungsi sebagai tempat sedimentasi, yakni proses pengendapan kotoran dan partikel berat dari air sungai. Setelah itu, air diproses lebih lanjut menggunakan teknologi Reverse Osmosis hingga memenuhi standar air minum yang aman.

Hasilnya sudah nyata. Saat ini, IPA Mookervart telah mengalirkan air bersih ke sekitar 500 sambungan rumah di kawasan sekitarnya, mencakup hunian warga maupun apartemen. Memang belum banyak, tapi ini baru permulaan.

Jakarta Barat, Tantangan yang Tak Mudah

Pramono menyebut wilayah padat penduduk seperti Jakarta Barat memiliki tantangan tersendiri dalam penyediaan air bersih. Hingga saat ini, cakupan layanan air bersih di seluruh Jakarta baru menyentuh angka 71 persen, masih jauh dari target 100 persen yang dicanangkan pada 2029.

Karena itu, Pramono secara khusus meminta PAM Jaya untuk terus mencari lokasi-lokasi potensial serupa, agar lebih banyak warga bisa menikmati air bersih layak minum tanpa harus bergantung pada air tanah. "Mudah-mudahan kita bisa segera menemukan tempat-tempat seperti di Sungai Mookervart ini. Sehingga bisa dilakukan proses seperti yang tadi," katanya.

Langkah Jakarta mengolah air sungai menjadi air minum layak konsumsi ini selaras dengan SDGs Tujuan 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, sekaligus mendukung SDGs Tujuan 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota yang inklusif dan layak huni bagi seluruh warganya."

Artikel Terbaru SDGs