06-03-2026
Muhammad Naufal Mu'afa; Hasnan Habib; Diaz Ekaputra
JAKARTA – Upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang berkelanjutan mulai dipupuk dari bangku sekolah. Melalui program Jakarta SDGs Futuremakers, para pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ditantang merancang solusi nyata atas persoalan lingkungan dan sosial di Jakarta.
Puncak program Jakarta SDGs Futuremakers ditandai dengan acara "Penjurian dan Inaugurasi" yang berlangsung di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (12/2/2026). Kegiatan yang merupakan hasil kolaborasi antara Sekretariat SDGs Jakarta dan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, yang didukung oleh Bank Jakarta dan PT Pembangunan Jaya Ancol, memberikan ruang bagi generasi muda untuk terlibat langsung dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) di Jakarta. TPB/SDGs merupakan agenda pembangunan global untuk mengakhiri kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan, dan melindungi planet, melalui pencapaian 17 (tujuh belas) tujuan sampai Tahun 2030.
Program ini menitikberatkan pada tiga pilar utama: pengelolaan energi dan lingkungan yang berkelanjutan, penguatan kesadaran sosial kemanusiaan, serta peningkatan partisipasi dalam aspek kewarganegaraan dan demokrasi. Antusiasme pelajar terlihat sejak tahap awal sosialisasi, di mana banyak siswa mulai merancang proyek kolaboratif berbasis isu di lingkungan sekolah mereka.
Melalui proses kurasi oleh pihak sekolah dan Sekretariat TPB/SDGs DKI Jakarta, terpilihlah 6 (enam) kelompok finalis untuk melaju ke tahap penjurian. Para finalis ini selanjutnya dinilai berdasarkan inovasi dan dampak nyata proyek mereka terhadap lingkungan sekolah, sebelum akhirnya ditentukan tiga pemenang utama yang menyandang gelar SDGs Heroes.
Berdasarkan hasil penjurian tersebut, kelompok GLOW dari SMKN 57 Jakarta berhasil meraih Juara 1 dengan proyek “Eco Notebook Seed”, sebuah inovasi kreatif yang mengubah limbah kertas menjadi produk buku catatan bermanfaat.
Keberhasilan ini disusul oleh kelompok Empathy dari SMPN 193 Jakarta yang meraih Juara 2 melalui proyek “Watisa Talks”, sebuah platform penyediaan ruang anonim bagi siswa-siswi untuk berbagi cerita dan keluh kesah secara aman. Sementara itu, kelompok Edelweis dari SMPN 193 Jakarta menempati posisi Juara 3 dengan proyek “Urban Farming”, yang berfokus pada pemanfaatan lahan kosong di lingkungan sekolah menjadi kebun produktif penghasil berbagai jenis sayur-sayuran.
Jakarta SDGs Futuremakers diharapkan tidak hanya sekadar menjadi kompetisi semata, melainkan menjadi gerakan akar rumput di lingkungan pendidikan. Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Kepala Bappeda DKI Jakarta menegaskan, “Agenda TPB/SDGs bukan sekadar target global di atas kertas. Bagi Jakarta, TPB/SDGs adalah komitmen nyata untuk menciptakan kota yang inklusif, layak huni dan berkelanjutan. Masa depan komitmen itu ditentukan oleh adik-adik (pelajar-red) semua yang hadir.”
Dengan lahirnya para SDGs Heroes, Jakarta optimistis bahwa kreativitas dari bangku sekolah akan menjadi pilar penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di masa mendatang.