Loading...

Rehabilitasi Sekolah di Jakarta Dukung Pendidikan Berkualitas dan Inklusif

13-10-2026

Faza Aghnia Budiman

banner

Sumber gambar: Beritajakarta

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperbarui infrastruktur pendidikan melalui program rehabilitasi total gedung sekolah. Salah satunya terlihat pada SDN 05 Pekayon dan SMPN 91 di Pasar Rebo, Jakarta Timur, yang kini memiliki bangunan terintegrasi secara vertikal dengan fasilitas pendidikan modern.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau hasil rehabilitasi kedua sekolah tersebut pada 12 Oktober 2026. Bangunan yang sebelumnya telah berdiri selama 50–60 tahun ini diperbarui untuk meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan.

Gedung sekolah yang baru dilengkapi berbagai fasilitas, antara lain lift, akses ramah disabilitas, perpustakaan, kantin, musala, sarana olahraga, sistem proteksi kebakaran, serta ruang terbuka hijau. Pembangunan kedua sekolah ini menelan anggaran sebesar Rp101,3 miliar dan telah digunakan sejak awal tahun ajaran 2026–2027.

Secara keseluruhan, Pemprov DKI Jakarta menjalankan program rehabilitasi total terhadap 19 gedung sekolah di berbagai wilayah Jakarta, dengan 16 gedung telah rampung dibangun. Program senilai Rp876,79 miliar ini mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK).

Pembaruan infrastruktur ini diharapkan dapat mendukung kegiatan belajar mengajar, meningkatkan kenyamanan warga sekolah, serta memperluas akses terhadap fasilitas pendidikan yang lebih layak dan inklusif.

Mendukung Pencapaian SDGs Jakarta

Rehabilitasi sekolah merupakan salah satu upaya untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Jakarta. Penyediaan fasilitas pendidikan yang layak dan berkualitas sejalan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Sementara itu, fasilitas yang ramah disabilitas mendukung semangat SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) melalui upaya mewujudkan akses yang lebih inklusif dan setara.

Di sisi lain, optimalisasi pemanfaatan lahan dan penyediaan ruang terbuka hijau turut mendukung SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan). Ketiga tujuan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur pendidikan tidak hanya berfokus pada pembaruan bangunan, tetapi juga pada penciptaan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung keberlanjutan kota.

Melalui peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, Jakarta terus berupaya menciptakan lingkungan belajar yang mendukung tumbuh kembang peserta didik sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Tujuan SDGs yang Didukung