10-09-2026
Arif Rohman
Sepanjang rangkaian kegiatan sosialisasi, Sekretariat SDGs Provinsi DKI Jakarta mengunjungi 12 sekolah yang tersebar di enam wilayah Jakarta; Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, hingga Kepulauan Seribu. Kunjungan ini menyasar pelajar dari jenjang SMP, SMA, dan SMK, baik dari sekolah negeri maupun swasta, sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan program Jakarta SDGs Futuremakers ke seluruh penjuru kota.
Di setiap sekolah, tim Sekretariat SDGs Jakarta menyampaikan sosialisasi secara langsung kepada para siswa. Sesi diawali dengan penjelasan seputar konsep SDGs secara umum beserta 17 tujuan pembangunan berkelanjutan, dilengkapi contoh-contoh penerapannya yang dekat dengan keseharian siswa di lingkungan sekolah - mulai dari kebiasaan memilah sampah, hemat energi, hingga menjaga kerukunan antarwarga sekolah. Setelah itu sesi berlanjut ke pengenalan program hingga diskusi dan tanya-jawab. Antusiasme yang muncul cukup beragam di tiap jenjang, siswa SMP umumnya lebih banyak bertanya seputar cara pendaftaran dan bentuk kegiatan program, sementara siswa SMA dan SMK lebih tertarik mendiskusikan isu-isu konkret di lingkungan sekitar mereka dan bagaimana mengaitkannya dengan aksi nyata.
Di beberapa sekolah, tim SDGs Jakarta turut menghadirkan narasumber eksternal untuk memperkaya perspektif siswa terhadap isu-isu yang lebih spesifik. Para narasumber membawakan tiga tema besar yang saling melengkapi:
Kehadiran para narasumber ini memberi warna tersendiri pada sesi di sekolah-sekolah yang dikunjungi, memberi siswa perspektif langsung dari praktisi yang bergerak di isu-isu tersebut, sebagai pelengkap materi yang dibawakan langsung oleh tim SDGs Jakarta di sekolah-sekolah lainnya.
Sebagai inti dari kunjungan, siswa diperkenalkan pada program Jakarta SDGs Futuremakers - wadah bagi pelajar SMP dan SMA/SMK se-Jakarta untuk belajar lebih dalam mengenai isu pembangunan berkelanjutan sekaligus menyalurkan ide dan aksi nyata mereka. Tim Sekretariat SDGs menjelaskan modul pembelajaran yang tersedia, tahapan program, hingga alur pendaftaran bagi sekolah maupun siswa yang tertarik untuk bergabung.
Penjelasan ini nyatanya berhasil menumbuhkan ketertarikan di kalangan siswa. Salah satunya datang dari Ramagita Khairunissa Aveli, siswi kelas 8D SMP Negeri 115 Jakarta, yang mengaku tertarik untuk mengikuti program tersebut:
"Saya Ramagita Khairunissa Aveli dari kelas 8D. Saya ingin mengikuti program SDGs Futuremakers karena saya juga sedang mencari prestasi untuk nanti bisa masuk SMA. Saya ingin mendapatkan pengalaman seperti melakukan aksi nyata, berdiskusi, berinovasi, dan pengalaman-pengalaman lainnya."
Di penghujung sesi, siswa diajak untuk langsung mempraktikkan apa yang telah dipelajari melalui aktivitas Merancang Rencana Aksi. Menggunakan template SusunCanvas Futuremakers, siswa secara berkelompok menyusun mini-projek yang mensimulasikan bagaimana rasanya mengikuti program Futuremakers sesungguhnya, dengan menjabarkan enam komponen berikut:
Setelah menyusun rencana aksinya, tiap kelompok diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil karyanya di depan teman-teman sekelas. Sesi ini menjadi momen yang paling dinantikan, karena siswa dapat langsung melihat bagaimana ide-ide mereka bisa diwujudkan menjadi rencana aksi yang konkret.
Berikut daftar 12 sekolah yang menjadi tujuan kunjungan, tersebar di enam wilayah Jakarta:
Jakarta Barat
Jakarta Pusat
Jakarta Selatan
Jakarta Timur
Jakarta Utara
Kepulauan Seribu
Rangkaian kunjungan ke 12 sekolah ini menjadi langkah awal untuk menumbuhkan kesadaran dan keterlibatan pelajar Jakarta terhadap isu pembangunan berkelanjutan. Melalui kombinasi sosialisasi, kolaborasi dengan narasumber eksternal, dan praktik langsung melalui SusunCanvas Futuremakers, siswa tidak hanya memahami konsep SDGs secara teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman merancang aksi nyata sejak dini.
Kegiatan ini sendiri merupakan wujud nyata dari dua tujuan SDGs sekaligus. Pertama, Tujuan 4: Pendidikan Berkualitas, karena kunjungan ini menjadi sarana edukasi bagi pelajar untuk memahami isu pembangunan berkelanjutan sejak dini. Kedua, Tujuan 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yang tercermin dari kolaborasi antara Sekretariat SDGs Jakarta dengan berbagai pihak eksternal - mulai dari organisasi seperti OceanKita, Rekosistem, Koneksi Indonesia Inklusif, dan Think Policy, hingga sekolah-sekolah negeri maupun swasta di berbagai wilayah Jakarta. Kolaborasi lintas sektor semacam ini menunjukkan bahwa pencapaian SDGs bukan hanya tugas pemerintah, melainkan upaya bersama yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Sekretariat SDGs Jakarta berharap semakin banyak sekolah, guru, dan siswa yang tergerak untuk bergabung dalam program Jakarta SDGs Futuremakers, dan turut mengambil peran sebagai generasi yang membentuk masa depan Jakarta yang lebih berkelanjutan.