Loading...

Mewujudkan Generasi Tech Savvy Jakarta : Jalan Menuju Jakarta Kota Global

25-09-2026

Ultha Rifqy Riswanta & Olivinia Qonita Putri

banner

Di era transformasi digital yang bergerak masif, keterampilan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan esensial. Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang terjadi saat ini, menuntut setiap individu melakukan adaptasi teknologi mengikuti perkembangan. Kurangnya literasi dan kecakapan akan TIK secara masif dapat berkorelasi dengan tingkat kemajuan suatu daerah, kota ataupun negara. Penerapan Sustainable Development Goals (SDGs) juga mendorong peningkatan kemampuan dan keterampilan TIK bagi suatu wilayah agar dapat berkembang dan mengikuti perkembangan teknologi. Dalam kerangka SDGs, khususnya pada Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas) dan Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dunia menargetkan peningkatan substansial pada jumlah pemuda dan orang dewasa yang memiliki keterampilan yang relevan untuk pekerjaan, pekerjaan yang layak, dan kewirausahaan.

Penerapan keterampilan TIK dalam ranah pembangunan manusia dan wilayah tidak hanya terpatok pada lingkup yang kecil. Dalam skala pembangunan wilayah, khususnya bagi Jakarta yang sedang bertransformasi menjadi Kota Global, keterampilan ini adalah fondasi utama untuk menggerakkan ekosistem Smart City. TIK menjadi instrumen vital untuk menciptakan tata kelola kota yang efisien, merumuskan kebijakan publik berbasis data, hingga menghadirkan solusi perkotaan yang berkelanjutan.

Sementara itu, dari sisi pembangunan manusia, penguasaan teknologi berfungsi sebagai mesin penggerak mobilitas sosial. Hal ini sangat sejalan dengan visi Sustainable Development Goals (SDGs). Itulah mengapa, pencapaian target peningkatan proporsi remaja (usia 15-24 tahun) dan dewasa (usia 15-59 tahun) dengan keterampilan TIK menjadi salah satu indikator yang sangat krusial. Kelompok usia ini adalah tulang punggung demografi dan jika mereka memiliki keterampilan digital yang mumpuni, maka sebuah kota tidak hanya sekadar bertahan, tetapi mampu melesat menjadi pusat inovasi yang kompetitif di tingkat global.

Gambar 1. Kondisi Proporsi remaja (usia 15-24 tahun) dan dewasa (usia 15-59 tahun) dengan keterampilan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) DKI Jakarta (Sumber : Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, 2026)

Saat ini, kondisi penguasaan keterampilan TIK di usia remaja (15-24 tahun) dan dewasa (15-59 tahun) di DKI Jakarta menunjukkan kondisi yang ideal. Kondisi tersebut bukan tanpa alasan, dilihat dari proporsinya, penguasaan keterampilan TIK di usia remaja menunjukkan angka yang hampir mendekati sempurna yaitu di angka 98,89% begitu pula dengan penguasaan keterampilan TIK di usia dewasa yang sudah mencapai angka 96,41% di tahun 2025. Disamping itu, gap angka yang tercipta antara usia remaja dan usia dewasa semakin menunjukkan gap yang rendah, artinya bahwa penguasaan keterampilan TIK di Jakarta sudah bukan hanya didominasi oleh anak muda, namun hampir seluruh sektor usia telah menguasai keterampilan TIK.

Peningkatan proporsi talenta digital tidak bisa hanya mengandalkan kurikulum teoritis di dalam kelas. Dibutuhkan stimulus berupa kompetisi dan ruang pamer karya agar generasi muda terbiasa berpikir kritis dan memecahkan masalah. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan langkah nyata melalui penyelenggaraan ajang kompetisi teknologi generasi muda, Jakarta Robotics Games 2026 Piala Gubernur DKI Jakarta dan mengusung semangat "Mencetak Talenta Digital Menuju Kota Global". Ajang ini mampu menunjukkan tingginya antusiasme generasi muda terhadap penguasaan TIK dan inovasi terlihat dari partisipasi lebih dari 200 tim yang berasal dari 120 sekolah di berbagai tingkatan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA di seluruh Jakarta yang saling beradu ide, kreativitas, dan keterampilan teknis untuk menciptakan solusi robotika yang relevan dengan tantangan masa kini.